Sahabatku.
Akhirnya dia menerima jalan bahagianya lagi.
Setelah 1 tahun (kalau ga salah),
kesiksa sama "momok mantannya"
Dan lika-liku ceritanya yang hampir sama kayak aku.
Dan jalan bahagianya pun hampir sama juga kayak aku.
Entah ini takdir yang ga disengaja atau memang dibuat Pencipta seperti ini.
Agar kami berdua tidak merasa saling kesepian dalam menghadapi segala masalahnya?
Mungkin kalian yang sudah banyak blog ku sebelumnya bakal paham ceritanya.
Hampir sama persis banget.
Dibuat beda dengan kita cara menangani masalahnya.
Mungkin aku lebih yaudahlah ya.
Ani, seperti biasa nama samaran. Hehe...
Ani lebih emosional. Bukan. Ekspresif.
Aku paham betul apa yang dirasakan Ani pas disaat down.
Desperated pasti. Mau cerita? Iya kalo yang diceritain bisa bener-bener pahamin kita.
Karena aku sempet mikir gitu,
juga bukan tipikal orang yang suka cerita sama banyak orang,
ceritaku selalu aku pendam atau aku turahin kesini buat menggambarkan kalau kalian ga sendiri.
Kalian kuat.
Kalian bisa menghadapi segala masalah hidup ini.
Masalah jodoh, rejeki, dll.
Jadi, ketika Ani disaat dalam posisi seperti itu,
aku sangat berusaha semaksimal mungkin buat ada disampingnya.
Ada buat dia gemes-gemes menye dengan salah satu hobi barunya.
Ada buat dia ketika dia sedang berekspresif dalam cerita "momoknya".
Ada kita dia lagi bener-bener butuh "pelukan"
Aku sangat begitu paham perasaan itu.
Ketika aku ada di perasaan itu, kebayangkan kesiksa ku gimana?
Cerita temen ya itu tadi. Iya kali memahami.
Ga memahami malah menggurui. Kebanyakan.
Paling benci hal itu.
Seakan bisa melalui dengan pemahaman tersebut.
Ketika diposisiku? Kebanting ga karuan. Mayoritas.
Mangkanya aku lebih memilih diam dan menyimpan semuanya. Sendiri.
Tapi, aku ga pengen kalian atau bahkan orang terdekatku ngerasain apa yang pernah aku rasain.
Memahami. Itu caraku menghealing perasaanku sendiri.
Jujur, Ani adalah karakter yang sangat, bisa dibilang berprinsip tinggi.
Aku salut dengannya.
Di kota "asal perantauannya", dia bisa berdiri tegap menghadapi masalahnya.
Tanpa seorang pun yang bisa dibilang seperti aku.
Yang sangat dekat.
Rata-rata temannya hanya tahu kalau dia sosok easy going.
Sungguh salut.
Sempet takut banget banget dia bakal hopeless buat ikhtiar cari jodoh.
Ikut sedih kalau tahu ceritanya yang bisa dibilang sangat random dan ga kearah.
Dan alhamdulillah banget.
Kemarin bener-bener kabar yang bikin aku cekikikan sendiri.
Kita chatting membahas progress dia dengan ikhtiarnya.
Karena kita selalu hampir sama.
Entah dia dulu atau aku dulu yang punya cerita.
Setelahnya pasti ceritany hampir sama.
Aku sempet buat dia optimis
"Aku yakin, Ni. Abis gini kamu ikut bahagia sama kayak aku. Malah lebih bahagia."
"Amiiiin. Gatau lah. Yang penting sekarang aku beresin kuliah dulu sama kerja."
"Iyaaaa. Pokoknya semangat ya, Ni. Banyakin berdoa. Minta supaya segalanya dilancarin."
"Iyaaaa"Itu percakapan kita mungkin 1-2 bulan yang lalu.
Dan kemarin yang bikin aku bahagia adalah akhirnya dia ngedapetin apa yang dia harapin selama ini.
Satu rumpun, kerja swasta, sesuai apa yang diharapkan Ani.
Dan nanti tanggal 24 dia bakal ketemu 2 keluarga!
Masya Allah. Aku denger langsung kegirangan.
Sempet terharu akhirnya jalannya dipermudah.
Sudah lega karena apa yang aku takutin sudah hilang.
Dan lega juga karena perjuanganku nemenin dia ga sia-sia.
Sueneng ga karuan sampe sekarang.
Insya Allah dilancarkan segala urusannya.
Dan rencananya beres idul adha nikah.
Amin Allahuma Amin Ya Allah.
I'm so happy for you, My N ❤