Sabtu, 18 Agustus 2018

Before Married

Menikah.

Pandangan kalian tentang kata ini apa sih?

Enak?

Seru?

Apa kalian tahu proses sebelum menikah sampai sudah nantinya?

Apa kalian sudah tahu benar tanggung jawabnya?

Sebagai Suami?

Sebagai Istri?

Sebagai Menantu?

Sebagai Anak?

Karena kebanyakan pasangan muda salah kaprah.

Terpancing dengan tagline
Enak loh nikah muda
Mungkin aku belum mengalami proses seperti diatas.

Tapi diumurku yang sudah 'matang',

banyak teman-temanku sudah masuk fase 'Kehidupan Baru'

Kurang lebih aku bakal ngasih pandangan, lebih tepatnya dari cerita teman - temanku.

Diterima atau tidaknya padanganku, hak kalian masing - masing.

Aku cuman pengen sharing aja sesuai dengan pandanganku pribadi.

PRA NIKAH

Apa tuh pra nikah?

Pacaran? Bukan.

Pengenalan? Bisa jadi.

Pra nikah itu proses sebelumnya terjadi pernikahan.

Proses sebelumnya itu bukan berarti dari kita setelah lamaran/ khitbah.

Proses sebelumnya yang paling awal adalah dari kita sendiri.
Kriteria seperti apa yang dicari?
Realistis ga kriteria yang aku cari? 
Bila ada kekurangannya, sudah siapkah dia terima?
Apabila dia ada kekurangan, siapkah kita menerimanya?
Terus kalau kita ga diterima, next stepnya gimana? 
Ingin membina keluarga yang seperti apa?
Tanggung jawabku yang sebenernya apa aja sih?
Kalau nanti aku jadi Suami/ Istri, aku harus gimana sih? 
Apa sudah bisa menerima itu semua dengan menahan ego? 
 Apa sudah siap dengan segala kondisi berdua tanpa bantuan orang tua lagi?
Kurang lebih ini yang harus dipertimbangkan dengan matang sebelum menginjak fase lebih serius.

Kalau kalian sudah siap,

dengan pertimbangan dan konsekuensi seperti yang sudah digambarkan diatas,

jalinlah relasi dengan someone atau ke tahap selanjutnya dengan pasangan.

Lihat keluarganya dan perlihatkan keluargamu.

Perlihatkan keluargamu.

Ceritakan sedikit saja tentang keluargamu.

Lihat reaksinya.

Kalau menurut kalian meragukan/ tidak bisa berkompromi dengan prinsip,

Jalin silahturahmi saja.

Kalau menurut kalian sebaliknya, coba bersilahturahmilah ke keluarganya.

Bila sudah sesuai apa yang kalian harapkan, lanjut ke tahap berikutnya.

Itikad baik.

Apa sudah mengutarakan/ diutarakan kepada pasangan?

Ini penting.

Kalau ga ada pernyataan ini ya dianggep friend zone (wkwk. candaaaa).

Musyawarahkan dengan keluarga.

Minta restu ke orang tua.

Terutama restu Ibu itu penting dan berpengaruh besar.

Kurang lebih seperti itu proses pra nikah.

Mantapkan diri - Kenali pasangan - Kenali keluargamu dan keluarganya - Itikad Baik.

Jangan dibalik

Ga banyak pasangan ribut sebelum nikah karena 'gangguan'

Keluarga dari pihak sana ribet minta ini itu.

Keluarga dari pihak sini minta ini itu.

Belum lagi pasangannya lagi 'rewel'

Akhirnya ditengah jalan pasrah karena uda mau jadi acara.

Menurutku, konyol.

Kalian masih ada waktu sebelum terjadi lamaran buat mantepin dengan cara masing - masing.

Solat malam.

Ibadah malam.

Mengadu dengan Allah/ Tuhan.

Jangan lepas sama satu ini.

Karena Yang Maha Menggerakan Segalanya.

Jadi jangan cuman makan cinta,

sama realistis yang jatuhnya jadi terlalu pemilih.

Terlalu makan cinta juga bikin deg-degan aja.

Ga bikin kenyang.

Walaupun indomie bikin bodoh (katanyaaaa), tapi masih bikin kenyang.

Religi dan realistis harus imbang.

Insya Allah, semua bisa diatasi kalau kitanya sudah siap. Apalagi siap secara mental.

Beda cerita kalau memang semua sudah diatur oleh Allah/ Tuhan.

Musibah.

Pasti kita ga tau dan ga bisa buat mengelak.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Kerabat

Hi gengs! Hehe...

Monmaap kalau bahasanya ga aku tata.

Antara aku ngantuk sama laper sama unmood.

Jadi kalo aku bener-bener free banget, aku revisi - revisi lagi deh. Hehe...

Jadi, menyambung ceritaku sebelum ini yaaa.

Gimana sih ceritanya tentang Kerabat,

Temen SMA yang tiba-tiba ngajakin nikah.

Awal cerita nih,

Sebenernya aku tahu dari pacarnya temenku.

Ya sama sih temen SMA juga.

Intinya, pacarnya temen aku bilang kalau Kerabat ini sudah suka aku sejak SMA.

Aku lupa gimana pastinya,

Yang jelas kita sempet ada kontak lewat Whatsapp.

Bla bla bla...

Doi tiba-tiba ngajakin nikah.

Secara spontan aku nyuruh doi buat salat Istikharah.

Dilaksanakanlah sama Kerabat.

Di mimpi Kerabat,

aku dan Kerabata ijab qabul di depan Almarhum Ayah.

Dan itu sebanyak 2x,

dengan mimpi yang sama.

Aku ga langsung percaya.
'Kamu pas solat ada feeling apa gitu ke aku? Atau kepikiran apa gitu ke aku?'
'Enggak. Aku pasrah pas ngelakuin salat itu.'
'Sama sekali enggak kepikiran kebesit gitu?'
'Enggak. Aku pasrah kok sama semua jawabannya.'
Aku masih ragu.

Sepahamku, ngelakuin Salat Istikharah itu bukan hal mudah.

Harus bener-bener pasrah lillahita'ala sama jawaban yang Allah kasih.

Suka maupun ga.

Tapi denger cerita Kerabat aku masih kurang yakin.

Akhirnya, aku bilang kalau gantian aku yang bakal ngasi jawaban.

Dengan ngelakuin Salat Istikharah.

Menghindari jawaban bias.

Aku juga cerita ke Umi itikad baiknya Kerabat ini.

Umi akhirnya minta ketemu dulu.

Ini yang bikin jengkel.

Singkat cerita, dia janji buat nemuin Umi besok di rumahku pada pagi hari.

Aku sampaikan ke Umi nih.

Esok harinya, pada pagi hari,

Doi ga ada kabar.

Siangnya, aku Whatsapp menanyakan jadi enggaknya ke rumahku.

Ternyata Kerabat ada kerjaan dan dia bilang sore baru bisa ke rumah.

Oke. Aku sama Umi tunggu kabar dia sampe sore juga dia ga ngasi kabar sama sekali.

Disitu aku mulai muntab.

Karena urusannya bukan sama aku. Sama Umi.

Dan secara tidak langsung, dia tidak menghargai Umi sama sekali.

Aku sudah marah-marah ke Umi soal Kerabat,

Umi ngademin aku dengan berfikir positif.
'Mungkin kerjaannya ga bisa ditinggal, Fa'
HELLLOOOOO!!!!

5 menit ngeWhatsapp bilang,
'Bilang ke Umi maaf ga bisa kesana hari ini soalnya kerjaan belum bisa ditinggal, nih'
Susah?

Okeeee. Akhirnya baru magrib doi baru ngasih kabar kalau baru kelar kerjaan.

Cuman aku read. Ga aku kasih respon.

Uda lumayan lama ga hubungan,

Aku ngehubungin. Karena sangkut pautnya sama mimpi Umi.

Yang Umi bilang kalau ada sosok baru.

Tinggi, rambut lurus.

Aku spekulasi kalau itu ke arah si Kerabat.

Aku tanya doi,
'Kamu masih nunggu jawabanku enggak? Apa kamu uda punya calon lain?'
'Masih, lah. Kenapa?'
'Kayaknya uda mulai keliatan. Cuman belum jelas. Nanti aku kabari lagi kalau emang sudah jelas.'
Dari percakapan itu, kita lanjut obrolan basa-basi.

Sampai kita sudah lost contact. Lagi.

Akhirnya, mulai aku laksanakan Salat Istikharah itu.

Dan lucunya,

Kayak cerita sebelumnya,

Doi nge - block aku tanpa sebab.

Padahal aku uda ga pernah ngechat.

Ganggu aja enggak.

Ngomong seperlunya.

Bales seadanya.

Dan terakhir yang aku tahu kabar kenapa dia ngeblock adalah,

Karena dia ada masalah keluarga.

Doesn't make it sense!

Sumpah ngakak sih aku dengernya.

Aku cuman bisa mendoakan dari jauh kalau masalah keluarganya cepet selesai. Amiiin....

Kamis, 02 Agustus 2018

Jawaban

Benar kata orang kalau dunia ini cuman fana.

Terkadang hal yang kita ga duga, bisa jadi kejadian.

Sedikit cerita,

Aku jalanin salat Istikharah selama -/+ 2 bulan.

Yaaaa.. seperti yang kalian tahu pilihannya.

Orang Ini dan Si Mantan.

Ditambah Kerabat (ceritanya setelah blog ini. hehe)

Butuh perjuangan juga sih buat jalaninnya.

Kadang bolong-bolong.

Kadang masih debat sama Umi.

Tapi dijalani karena rasa penasaran sama diri sendiri sih.
Beneran ga sih aku sama Si Mantan bener-bener ga bisa?
Masak sih Orang Ini jodoh ku?
Apa Kerabat yang jadi terakhir?
Dan aku berusaha buat Istikharah dengan perasaan sangat pasrah.
hamba yakin Engkau Maha Baik Maha Benar dalam memberikan keputusan pada hambanya. 
hamba tidak pernah meragukan sedikit pun jawaban apa pun yang Engkau berikan pada hamba. karena hamba yakin Engkau lah Maha Segalanya. hamba percaya sepenuhnya pada Mu, Ya Allah. hamba hanya makhluk yang tidak bisa apa-apa tanpa bantuan dan pertolongan Mu. 
berikanlah hamba petunjuk dari ketiga nama yang hamba sebut yang menurut Engkau bisa menjadi Imam dan bisa membina keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah bagi hamba. yang bisa menyayangi keluarga hamba terutama memperilakukan Ibu hamba seperti Ibunya. yang ingin menikah karena ingin ibadah kepada Mu, Ya Allah.
Kurang lebih yang aku panjatkan di salat Istikharah seperti ini.

Dengan perasaan yang sepasrah mungkin.

Mengharapkan jawaban menurut Allah terbaik.

Jujur, kenapa akhirnya aku Istikharah.

Capek ngeyel sama Umi. Hahaha...

Emang iya.

Aku mikir, Yang Punya Hidup aja punya jawaban yang terbaik,

ngapain ngeyel debat sesama manusia?

Kalau kita uda dapet jawabannya, kita bisa ngeyel atas nama Allah.
Masak mau ngelak kalau Allah udah ngasih jawabannya?
Dan juga aku sudah mengikhlaskan kalau memang jawabannya aku sama Si Mantan ga jodoh.

Itu kunci mutlaknya sih.

Kalau kita Istikharah masih ada perasaan ke salah satu nama yang kita sebut,

kemungkinan besar jawabannya bias/ masih ikut dalam perasaan.

Menurut kebanyakan orang, mereka diberi petunjuk lewat mimpi.

Udah sebulan aku lakukan, ga ada mimpi sama sekali.

Malahan aku mimpi bareng Teman. Duuuuhhh...

Tapi Umi cerita kalau Umi mimpi.

Yang pertama mimpi Orang Ini.

Umi jengkel sama Orang Ini.

Orang Ini minta maaf gitu ke Umi sambil mohon-mohon.

Yang kedua Si Mantan.

Tiba-tiba Si Mantan datang ke rumahku tanggal 27.

Umi bilang,
Loala, Le. Ifa uda dilamar orang.
Lucunya, kedua mimpi ini ada sosok baru.

Belakangin Umi terus.

Jadi belum tahu mukanya.

Jalan 2 bulan ada kejadian lucu lagi.

Kerabat tiba-tiba block Whatsapp aku.

Aku juga kurang paham.

Kenapa doi gitu.

Singkat cerita, jawaban yang aku dapat ga semua dari mimpi.

Seperti kebanyakan orang.

Tapi semua jawabanku dibayar cash

Si Mantan,

Dulu memang aku sudah kasih jalan terakhir kalinya buat mencoba benar-benar terakhir kalinya.

Harga diri tetap harga diri.

Si Mantan merasa sudah total bahkan harga dirinya ga dilihat sama keluargaku.

Resiko hubungan lama dari SMA.

Mayoritas.

Kita memutuskan jalan masing-masing.

Tanpa memutus silahturahmi.

Orang Ini,

Memang semenjak doi kerja, aku merasa dia sudah banyak berubah.

Beda dari awal yang aku kenal.

180 derajat.

Mungkin dosaku dulu ke dia masih dibalas sampai sekarang.

Intinya, dia juga sudah memiliki hati yang lain.

Terakhir, cerita Kerabat ya seperti diatas sebelumnya.

Aku tetap berdoa dan menjalankan salat Istikharah

sampai dapat jawaban pasti.

Singkat cerita, tiba-tiba ada teman SMP menghubungi lewat LINE.

Robin (Udah gatau mau disamarin pake plesetan apalagi. Hahaha)

Padahal, dulu pas SMP, kita berdua cuman sekedar teman yang say hi aja.

Ga pernah ngobrol banyak.

Ga pernah duduk sebangku.

Pokoknya bener-bener cuman temen SMP.

Awalnya doi cuman ngajakin nonton dan mau pesen macaroni schottelku.

Jalan 2, 3 kali, ini yang bikin aku agak melongo.

Doi tetiba ngajakin nikah.

Antara ga percaya sama kirain guyon sih.

Pas doi bilang,
Aku serius, nih.
Akhirnya aku menyambut itikad baiknya.

Aku bilang bakal nyampein ini ke Umi.

Aku juga ga langsung percaya loh.

Aku liat cara dia "memproses"nya.

Dan diluar dugaan, udah kayak air aja ngalir.

Aku bilang Umi dan Umi setuju.

Aku dikenalin ke Bapak Ibunya.

Abis dikenalin, Bapak Ibunya setuju sama maunya Robin kalau mau lamaran tahun ini

dan nikah taun depan.

HOLY CRAP!!!

Bener-bener bikin melongo.

Tapi emang gini kenyataannya. Hahaha...

Dan suatu malem, tiba-tiba Umi bilang
Umi loh uda ga pernah mimpi lagi semenjak kamu sama Robin.
Eng.. Ing.. Eeeeenngggg!!

Ga tau deh tanda apa ini.

Sampai sekarang aku tetep minta sama Allah.

Kalau ini memang direncanakn dan diridhoi sama Allah, minta kelancaran selalu sampai seterusnya.

AMIIIINNNNN...