Pandangan kalian tentang kata ini apa sih?
Enak?
Seru?
Apa kalian tahu proses sebelum menikah sampai sudah nantinya?
Apa kalian sudah tahu benar tanggung jawabnya?
Sebagai Suami?
Sebagai Istri?
Sebagai Menantu?
Sebagai Anak?
Karena kebanyakan pasangan muda salah kaprah.
Terpancing dengan tagline
Enak loh nikah mudaMungkin aku belum mengalami proses seperti diatas.
Tapi diumurku yang sudah 'matang',
banyak teman-temanku sudah masuk fase 'Kehidupan Baru'
Kurang lebih aku bakal ngasih pandangan, lebih tepatnya dari cerita teman - temanku.
Diterima atau tidaknya padanganku, hak kalian masing - masing.
Aku cuman pengen sharing aja sesuai dengan pandanganku pribadi.
PRA NIKAH
Apa tuh pra nikah?
Pacaran? Bukan.
Pengenalan? Bisa jadi.
Pra nikah itu proses sebelumnya terjadi pernikahan.
Proses sebelumnya itu bukan berarti dari kita setelah lamaran/ khitbah.
Proses sebelumnya yang paling awal adalah dari kita sendiri.
Kriteria seperti apa yang dicari?
Realistis ga kriteria yang aku cari?
Bila ada kekurangannya, sudah siapkah dia terima?
Apabila dia ada kekurangan, siapkah kita menerimanya?
Terus kalau kita ga diterima, next stepnya gimana?
Ingin membina keluarga yang seperti apa?
Tanggung jawabku yang sebenernya apa aja sih?
Kalau nanti aku jadi Suami/ Istri, aku harus gimana sih?
Apa sudah bisa menerima itu semua dengan menahan ego?
Apa sudah siap dengan segala kondisi berdua tanpa bantuan orang tua lagi?Kurang lebih ini yang harus dipertimbangkan dengan matang sebelum menginjak fase lebih serius.
Kalau kalian sudah siap,
dengan pertimbangan dan konsekuensi seperti yang sudah digambarkan diatas,
jalinlah relasi dengan someone atau ke tahap selanjutnya dengan pasangan.
Lihat keluarganya dan perlihatkan keluargamu.
Perlihatkan keluargamu.
Ceritakan sedikit saja tentang keluargamu.
Lihat reaksinya.
Kalau menurut kalian meragukan/ tidak bisa berkompromi dengan prinsip,
Jalin silahturahmi saja.
Kalau menurut kalian sebaliknya, coba bersilahturahmilah ke keluarganya.
Bila sudah sesuai apa yang kalian harapkan, lanjut ke tahap berikutnya.
Itikad baik.
Apa sudah mengutarakan/ diutarakan kepada pasangan?
Ini penting.
Kalau ga ada pernyataan ini ya dianggep friend zone (wkwk. candaaaa).
Musyawarahkan dengan keluarga.
Minta restu ke orang tua.
Terutama restu Ibu itu penting dan berpengaruh besar.
Kurang lebih seperti itu proses pra nikah.
Mantapkan diri - Kenali pasangan - Kenali keluargamu dan keluarganya - Itikad Baik.
Jangan dibalik
Ga banyak pasangan ribut sebelum nikah karena 'gangguan'
Keluarga dari pihak sana ribet minta ini itu.
Keluarga dari pihak sini minta ini itu.
Belum lagi pasangannya lagi 'rewel'
Akhirnya ditengah jalan pasrah karena uda mau jadi acara.
Menurutku, konyol.
Kalian masih ada waktu sebelum terjadi lamaran buat mantepin dengan cara masing - masing.
Solat malam.
Ibadah malam.
Mengadu dengan Allah/ Tuhan.
Jangan lepas sama satu ini.
Karena Yang Maha Menggerakan Segalanya.
Jadi jangan cuman makan cinta,
sama realistis yang jatuhnya jadi terlalu pemilih.
Terlalu makan cinta juga bikin deg-degan aja.
Ga bikin kenyang.
Walaupun indomie bikin bodoh (katanyaaaa), tapi masih bikin kenyang.
Religi dan realistis harus imbang.
Insya Allah, semua bisa diatasi kalau kitanya sudah siap. Apalagi siap secara mental.
Beda cerita kalau memang semua sudah diatur oleh Allah/ Tuhan.
Musibah.
Pasti kita ga tau dan ga bisa buat mengelak.