Apa kalian pernah merasakan sakit secara fisik maupun mental?
Apa tindakan yang kalian ambil kita mengalaminya?
Dengan cara apa kalian mengatasinya?
Aku pun pernah sakit.
Dan aku lupa rasanya terakhir sakit.
Yang aku ingat saat Alm. Ayah masih ada.
"Kamu kenapa?"
Pertanyaan ini yang selalu berhasil membuat aku menangis disaat sakit
hingga saat ini aku mengingatnya.
Aku sudah lupa rasanya menjadi orang sakit.
Ditanya apa yang aku rasakan disaat aku sakit.
Apa yang aku inginkan ketika aku sakit.
Dibiarkan istirahat tanpa berfikir apa pun.
Semenjak beliau meninggal,
pertanyaan itu sudah tidak pernah aku dengar.
Selalu terlontar untuk orang sekitar,
dari aku.
Semenjak beliau meninggal,
yang tertanam difikiranku hanya
aku harus sehat.
aku harus sehat.
aku ga boleh sakit.
percuma sakit.
ribet.
makan biaya.
mending duitnya dipake buat makan.
kenyang.
sehat.
Benar saja.
Alhamdulillah sakit cuman ga enak badan.
Terakhir sakit parah cuman panas tinggi dan asam lambung naik.
Berkat orang sekitarku mendukung aku seperti ini.
Mendukung untuk tidak peduli dan tidak sabar bila aku sakit..
Ingin aku segera sembuh bukan dengan cara mendoakan.
Kekesalan dan ketidak sabaran orang sekitarku adalah cara merawatku.
Dan aku memaksa badanku agar sembuh.
Agar tidak terlalu larut dalam ekspetasi keinginan dirawat
selayaknya orang sakit.
Gambaran ini yang membuat aku selalu lemah.
Ketika orang sekitarku yang sakit.
Aku tidak ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan.
Dan membuat badanku juga ikut merasakan lelah.
Aku ingin tidak memiliki empati ini.
Sungguh lelah.
Karena aku tidak bisa mengeluarkan ego ku disaat aku ingin menggunakannya.
Selalu kalah.
Bahkan ketika orang sekitarku mengeluarkan egonya,
aku membalas dengan empatiku.
Kamu kenapa?