Jumat, 15 Mei 2020

Salah...

Ya... selalu menjadi tempat salah...

Ketika penampilan tidak sempurna,

sarkasme hingga hinaan dengan mudah terdengar telinga yang lelah.

Ketika pelayanan pangan maupun kenyamanan tidak beres,

urutan hingga perintah serapah dengan mudah keluar dari mulut yang menyepelehkan.

Ketika kertas bernilai tidak cukup hingga kedepan,

pandangan sebelah mata dan kepercayaan pun turun sebelah.

Sungguh lelah...

Lelah untuk tidak disalahkan lagi...

Lelah berisik...

Lelah memakai urat...

Lelah berfikir...

Kenapa tidak lelah menangis?

Salahkah bila sejenak untuk merenung?

Salahkah ketika hati ini lelah,

untuk bersolek karena pandangan mata selalu haus?

Salahkah ketika hati ini lelah,

untuk merapikan semuanya karena selalu tertunduk ketika di tempat?

Salahkah ketika hati ini lelah,

untuk menahan ego yang diinginkan dalam bentuk energi?

Salahkah itu semua?

Salahkan aku memiliki emosi seperti ini,

ketika rasa kepercayaanku, kenyamananku, ketenanganku,

dianggap remeh dan lelucon?

Aku lelah... untuk sejenak....

Salah?

Senin, 11 Mei 2020

Emosi

Ingin bertindak gegabah,

ketika hal yang tidak diinginkan terjadi.

Rasa itu masih...

masih membayangi.

Gelisah, tidak percaya,

tecampur jadi satu.

Ingin mencoba melupakan.

Terbayang-bayang emosi itu.

Sampai kapan harus menyimpan ketidaknyamanan ini?

Berusaha memakai topeng,

ketika di depan orang.

Menampilkan dan mewujudkan tampilan

kalau semua baik-baik saja.

Sesak... hati ini.

Setiap hari harus bertarung dengan sesaknya rasa kecewa.

Sampai kapan aku betahan?

Aku juga manusia biasa.

Ingin marah, menangis, mengumpat, mengomel.

Bisakah mendengarnya?

Bisakah menerimanya?

Kemana harus ku lepaskan ini semua?

Lelah... sungguh...