Ya... selalu menjadi tempat salah...
Ketika penampilan tidak sempurna,
sarkasme hingga hinaan dengan mudah terdengar telinga yang lelah.
Ketika pelayanan pangan maupun kenyamanan tidak beres,
urutan hingga perintah serapah dengan mudah keluar dari mulut yang menyepelehkan.
Ketika kertas bernilai tidak cukup hingga kedepan,
pandangan sebelah mata dan kepercayaan pun turun sebelah.
Sungguh lelah...
Lelah untuk tidak disalahkan lagi...
Lelah berisik...
Lelah memakai urat...
Lelah berfikir...
Kenapa tidak lelah menangis?
Salahkah bila sejenak untuk merenung?
Salahkah ketika hati ini lelah,
untuk bersolek karena pandangan mata selalu haus?
Salahkah ketika hati ini lelah,
untuk merapikan semuanya karena selalu tertunduk ketika di tempat?
Salahkah ketika hati ini lelah,
untuk menahan ego yang diinginkan dalam bentuk energi?
Salahkah itu semua?
Salahkan aku memiliki emosi seperti ini,
ketika rasa kepercayaanku, kenyamananku, ketenanganku,
dianggap remeh dan lelucon?
Aku lelah... untuk sejenak....
Salah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar